Terkait Dugaan Guru SDN 46/1 Mersam dan Oknum Polisi Diamankan Oleh Warga RT 14, Ini Kata Instansi Terkait

BATANGHARI, (KULITINTA) – Terkait dugaan perbuatan tidak baik, layaknya perbuatan pasangan suami istri yang sah yang dilakukan oleh salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni salahsatu guru di Sekolah Dasar Negeri 46/1 Mersam Kabupaten Batanghari, dengan oknum polisi berpangkatkan Brigadir yang dikabarkan berdinas pada Polisi Daerah (Polda) Jambi, Kepala Sekolah (Kepsek) mengatakan hal tersebut sudah diterima dan akan ditindak lanjuti sesuai aturan yang ada.

“Ya, Saya sudah mendapatkan laporan permesalahan terkait salahsatu guru di tempat sekolah yang saya pimpini itu baik melalui mulut ke mulut masyarakat kelurahan, maupun kabar media online yang beredar pada Sosial Media (Sosmed) Facebook (FB),” kata Lukman selaku Kepsek saat di komfirmasi oleh Media pada Senin, (06/09/2021).

Lukman juga menjelaskan, kalau guru yang berinisial NV merupakan guru yang mengajar murid di kelas VI dan merupakan guru jebolan PNS pada tahun 2019 lalu.

“Untuk guru yang bersangkutan itu sendiri merupakan wali kelas VI pada SD yang saya komandoi dan dia sendiri mulai masuk bergabung pada SD 46 setelah dia lulus menjadi PNS pada pelaksanaan tes PNS tahun 2019 lalu,” jelasnya.

“kemudian kalau terkait salahsatu anggota saya mendapatkan permesalahan seperti yang di kabar berita, saya tidak paham sama sekali bagai mana alur cerita sebenarnya, karena jangankan saya tahu apa yang sudah dibuatinya bersama kekasihnya, rumah tempat tinggal dia mengontrak saja saya tidak pernah tahu,sebab kejadian tersebut di luar dari perkarangan sekolah atau jam dinas dan terkait sanksi, itu hanya Dinas PDK yang bisa menindak, kalau saya sendiri tidak bisa memutuskan sanksi yang didapatinya karena itu hak Dinas PDK Kabupaten Batanghari,” sambung Lukman.

Sebagai Pejabat Kelurahan, Rinto Saputra selaku Lurah Kelurahan Kembang Paseban menegaskan, apa yang sudah terjadi antara PNS Guru dan Oknum Polisi dalam kelurahan jelas sudah melanggar aturan Adminitrasi dan Adat, pasalnya sebagai mana yang sudah diterima oleh Rinto dari penjelasan ketua RT 14 dan RW 03, guru tersebut sudah lama tinggal di kontrakan tetapi tidak pernah melapor kepada Ketua RT tapi sudah beberapa kali menginap di kontrakan yang di tempati.

“Terkait masalah oknum Polisi dan Guru PNS itu saya sudah mendapatkan laporan langsung dari ketua RT dan RW nya dan permesalahan tersebut memang sudah menyalahi aturan adminitrasi yang ada, karena sejak awal guru itu tinggal di kontrakan, menurut keterangan Ketua RT 14 dan Ketua RW 03, guru tersebut belum pernah melaporkan dirinya kepada ketua RT sebagai warga RT 14 sampai permesalahan belum adanya hubungan sah suami isteri tersebut di ketahui,” tegas Rinto.

Masih kata Rinto, untuk permesalahan sanksi yang harus mereka dapati dari aturan adat yang berlaku, Rinto menjelaskan sudah selayaknya mereka menerima sanksi cuci kampung, dan terkait pemberitaan yang dirilis oleh Media online Kulitinta.id, itupun sudah benar sebagai pemberitaan kontrol sosial atas perbuatan yang sangat tidak layak dilakukan oleh seorang abdi Negara.

“Menurut info yang saya dapati, untuk sanksi yang diterima kedua oknum tersebut sudah selayaknya diperlakukan sanksi cuci kampung dengan cara pengadaan acara potong kambing dan pemberian selemak semanis sebesar RP 2juta sebagaimana yang sudah disepakati oleh pengurus adat setempat,” pungkas Rinto.

“Kalau permesalahan adanya pemberitaan yang sudah dimuat pada salah satu Media Online, ya, saya fikir itu tidak menyalahkan walaupun secara sanksi adat sudah disepakati sanksinya, karena apa yang dirilis oleh seorang jurnalis itu merupakan perbuatan kontrol sosial, apa lagi ini permesalahannya antara Oknum guru dan Oknum polisi yang sama-sama merupakan abdi negara dalam hal pelayanan publik yang jelas tidak mencontohkan perlakuan baik kepada masyarakat awam,” lanjut pak Lurah.

Selanjutnya selaku Polisi Sektor Mersam (Polsek) saat awak media mengkomfirmasi melalui Babinkamtibmas yaitu Sigit mengatakan, untuk permesalahan oknum polisi yang bertugas di Polda tersebut, pihak Propam dari polda sudah menerima laporan dan akan menindaklajuti oknum tersebut.

“Untuk permesalahan oknum polisi yang dikabarkan sudah bermalam dengan oknum guru PNS itu, pihak propam dari Polda sudah mengusut kasusnya dan sesuai kabar yang saya dapati, anggota Propam dari Polda akan turun ke TKP dalam beberapa hari ini guna untuk mencari keterangan pada warga setempat dan kepada ketua RTnya langsung,” tandas Sigit Babinkamtibmas di kantor Polsek Mersam.

Untuk diketahui, kejadian antara oknum Guru dan Oknum polisi tersebut terjadi di RT 14 RW 03 Kelurahan Kembang Paseban, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari Jambi pada Jum’at (04/09/2021).

Pewarta: Erpan
Penanggung jawab: Heriyanto SH

Related posts