Nah…!!!Isu Cacat Hukum Pekerjaan Proyek Tender Puskesmas di Batanghari Terus Mencuat

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Isu cacat hukum dalam aturan pada pekerjaan proyek tender tiga Puskesmas di Batanghari, yakni Puskesmas Mersam, Selat dan Bajubang kembali mencuat. Bahkan, terkait dengan dugaan pada aturan yang dikangkangi oleh pihak terkait menjadi pembicaraan diberbagai tempat di dalam wilayah perkantoran Pemkab Batanghari.

“Sekarang pekerjaan itu sudah dilaksanakan dan beraninya pihak Dinas dan UKPBJ Batanghari tetap melanjutkan pembangunan,” kata Andri, warga Batanghari.

Dia juga mengatakan, meskipun saat ini tidak dianggap bermasalah, akan tetapi kedepan pekerjaan ini akan diungkit kembali. Dimana pihak Dinas dan UKPBJ harus bertanggungjawab, begitu juga dengan pihak rekanan.

“Ini sungguh luar biasa sekali, sebab mereka berani mengangkangi aturan yang berlaku, sementara prosesnya tetap dilaksanakan dan khabarnya ada tekanan dari pihak tertentu jika proyek ini tidak dilaksanakan sekarang, sebab pekerjaan ini menggunakan anggaran DAK atau pusat,” ujarnya.

Belum lama ini, sejumlah aktifis telah melakukan unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat Batanghari, yakni pada 15 juli 2021, menuntut lelang tender beberapa paket pekerjaan tersebut dibatalkan karena dinilai cacat demi hukum.

Alhasil sejumlah paket yang sedang dalam proses tender terpaksa dibatalkan atau tender ulang, seperti paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK). Namun ada tiga paket pekerjaan yang dinilai bermasalah namun tetap dilanjutkan.

Seperti apa yang disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Batanghari, Mukhlis, belum lama ini, bahwa dirinya sudah meminta ke pihak terkait agar proses tender dihentikan. Namun permintaan itu tak diindahkan.

“Saya lepas tangan kalau nanti terjadi masalah silahkan mereka yang menanggung akibatnya,” ujar Muklis pada waktu itu.

Menurutnya, masalah tender proyek tiga puskesmas itu sama dengan yang terjadi di 13 (tiga belas) paket rehabilitas ruang kelas SD dan SMP di Dinas PdK.

“Tiga belas paket proyek di P dan K ditender ulang, kenapa proses tender pembangunan puskesmas tidak mereka ulang ada apa sebenarnya,” ujarnya.

Bahkan yang lebih parah lagi ada perusahaan yang dapat atau mengerjakan proyek sampai 5 (lima) paket pekerjaan pihak UKPBJ .

“Ketika saya tanya mereka mengatakan tak tau, kan aneh padahal semua kegiatan melalui UKPBJ,” paparnya.

Sementara itu salah seorang aktivis Batanghari mengatakan, pemenang tender dari tiga paket pekerjaan tersebut, penawar pada urutan 8 sebagai urutan terakhir untuk pekerjaan Puskesmas Selat.

Untuk Puskesmas Panerokan pemenang tender pada urutan ke 6 merupakan urutan terakhir. Bahkan ketiga paket pekerjaan tersebut pemenangnya mendekati pagu anggaran seperti Puskemas Selat bantingan harga penawaran hanya +-3% untuk puskesmas panerokan Bantingan +-1% untuk Puskesmas Mersam Bantingan harga +- 1% dari nilai penawaran perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang. (PH)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts