Satu Diantara Dua Proyek SDN 98/1 Pasar Baru Muara Bulian Diduga Asal Dikerjakan dan Tidak Ada Papan Pagu Hingga 60% Pengerjaan

BATANGHARI, (KULITINTA) – Diduga adanya unsur kesengajaan yang dilakukan salah satu CV yang merupakan pelaksana Proyek Siluman pembangunan gedung Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) pada Sekolah Dasar Negeri 98/1 Pasar Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, tidak bertanggung jawab yang mana dengan sengaja tidak menggunakan papan informasi mulai dari penberitahuan nilai pagu, nama Gedung yang dibangun, target waktu pekerjaan dan asal Sumber dana yang didapatkan.

Hal tersebut dilakukan karena diduga Satu diantara dua pengerjaan pada Sekolahan tersebut diduga bertujuan agar bisa dengan sengaja untuk mengelabuhi Masyrakat dan pihak terkait sehingga tidak tahu berpa nilai pagu pekerjaan tersebut.

Berdasarkan laporan dari Masyarakat setempat yang melihat adanya kegiatan pembangunan gedung yang berukuran 3X7 Meter (Lebar 3M dan Panjang 7M) pada pembangunan yang diketahuai gedung UKS tersebut tidak ada sama sekali melihat papan info jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

“Pada pembangunan SD itu ada dua pekerjaan yang sedang dikerjakan bang, satu bangunan berukuran 8X9 meter, pembuatan Gedung Ruang Guru, bersumberkan dari dana DAK tahun 2021, dengan jumlah anggaran sebesar Rp 199,949,000,- yang dikerjakan oleh CV Matahari Ufuk Timur seperti yang tertera pada papan nama,” kata salah satu sumber yang enggan disebut namanya.

“Kemudian yang satunya itu jadi pertanyaan, karena tidak ada papan nama atau informasi jenis pekerjaan. Padahal sampai hari ini (16/09) pembangunan itu sudah berjalan 60 persen hasil penyelesaian pekerjaannya, tapi masih tidak ada juga papan nama pekerjaan di pasang, cuma kami sempat mendengar saja dari guru Sekolah kalau itu merupakan bangunan gedung UKS dan antara gedung ruang Guru dengan gedung UKS itu berbeda pemborong atau CV pelaksananya bang,” lanjutnya, Kamis (16/09/2021).

Untuk diketahui, sesuai aturan yang sudah ditentukan, jelas telah melanggar UU no 14 tentang sistem keterbukaan informasi publik serta permen PU no 29/prt/m/2006 tentang tehnis bangunan gedung,permen PU no 12/prt/m/2014 di mana didalam aturan-aturan tersebut jelas mewajibkan pihak rekanan atau pun pemborong untuk memasang papan nama pekerjaan secara lengkap sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masarakat.

Saat awak media croscek ke lokasi pembangunan gedung Ruang Guru dan UKS tersebut, awak media hanya bertemu dengan pihak pekerja. Kemudia kepada pekerja Saat ditanya soal tidak adanya papan nama pekerjaan, Pendi salah satu pekerja mengatakan belum diturukan sejak awal kerja oleh pemilik proyek tersebut.

“Kami mulai kerja disini sejak hari selasa minggu lalu (07/09) bang, memang kepada kami belum ada diturunkan papan info pekerjaan seperti yang abang tanyakan, cuma yang saya ketahui dari kemarin katanya akan di pasang, tapi belum juga sampai saat ini,” ujar Pendi selaku pekerja saat ditanyakan oleh Dua orang awak media.

Selanjutnya, sesuai pantauan awak media dilapangan, terlihat pada pekerjaan gedung UKS tersebut juga dikerjakan asal jadi saja. Pasalnya, saat awak media mengecek fisik bangunan, sudah terlihat pada corran balok tiang pondasi berdiri sudah hancur karena diduga tidak dikerjakan sesuai RAB yang sudah ditentukan.

Masih sesuai pantauan awak media, pada bagian tiang balok pondasi depan, terlihat hanya menggunakan besi yang dirakit cuma 3 batang, sedangkan pada tiang balok lainnya jelas terlihat menggunakan besi sebanyak 4 Batang.

Terkait persoalan ini di harap kan pada instansi terkait terutama dinas PUPR atau Inspektorat Kabupaten Batanghari, agar segera menindak lanjuti persoalan yang terjadi pada pembangunan yang bersumberkan dana DAK 2021 pada SDN 98/1 Pasar Baru, serta persoalan lain seperti halnya tenaga kerja yang tidak menggunakan APD dan dugaan penggunaan besi yang hanya digunakan sebanyak 3 batang dalam satu rakitan untuk corran Balok.

Pewarta : Erpan
Penanggung jawab: Heriyanto SH

Related posts