Kemenag Batanghari Tak Peduli Akan Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji KUA Mersam

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Kementerian Agama (Kemenag) Batanghari, seolah-olah tidak peduli akan pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji Kantor Urusan Agama (KUA) di RT20 Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam. Pasalnya, dalam proses pembangunan tersebut banyak dugaan penyelewengan bahan bangunan dan juga upah pekerja serta seringnya pertukaran pengawas proyek pembangunan gedung tersebut.

Helmi, S Ag, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Batanghari ketika dimintai keterangan lewat Via Ponselnya, terkait masalah tersebut, beliau menjawab dengan singkat, bahwa nanti akan diberitahukan kepada pihak rekanan.

“Terima kasih informasinya, nanti saya beritahu pihak rekanan,” katanya Helmi, lewat WA ponselnya.

Ditempat terpisah, warga kelurahan setempat mengatakan, bahwa dalam proses pembangunan ini banyak dugaan penyelewengan bahan bangunan dan menurutnya, gedung tersebut tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Bangunan (RAB).

“Tiang yang sudah dicor itu beda besi cincin juga tidak sesuai dengan besi utama. Kalau tidak percaya, coba lihat sendiri dan bongkar con pondasi serta tiang bangunan itu,” ujar sumber yang enggan namanya disebut.

Dia juga mengatakan, dirinya memantau perkembangan pembangunan sejak awal hingga saat ini yang masih dalam proses. Seperti campuran semen dan pasir untuk memasang batu bata itu, sangat-sangat kasar dan tidak sesuai dengan semestinya.

“Coba lihat semen yang di pasang di batu bata itu, di pegang saja hancur, karena semennya kurang, sementara banyak pasir,” paparnya.

Terkait dengan pengawas dan kepala tukang, beberapa waktu berganti dan terlihat bahwa pekerjaan ini tidak sesuai dan main-main, sementara anggarannya cukup besar sekali.

“Intinya pekerjaannya banyak yang tidak beres,” jelasnya.

Begitu juga dengan tukang yang bekerja di dalam pembangunan ini, terlihat bahwa tukang mulai bekerja di atas pukul 09:00 WIB. Dan paginya tukang ini harus masak dulu untuk mengisi kekosongan perut.

“Tanpa adanya keseriusan dalam membangun gedung ini, semua tukang dan pengawas main-main dalam pekerjaan itu,” katanya lagi.

Pantauan wartawan dilapangan, diimana dalam proses pekerjaan pembangunan ini terlihat, baru sebatas pondasi dan sepertinya dilokasi pembangunan gedung balai tersebut hanya ada beberapa orang tukang yang terlihat melakukan aktivitas pekerjaan.

Bahkan, terkait dengan proses pembangunan ini, pihak rekanan yang melaksanakan proyek ini adalah PT. Adibah Karya Persada dan konsultan pengawas CV. Inti Teknik Consultans. Bahkan, jangka pekerjaannya selama 120 hari kerja dengan pagu anggaran lebih kurang sebesar Rp625 juta.

Pada papan Pelang yang baru dipasang oleh pihak rekanan ini terlihat jelas dengan masa waktu pekerjaan ini selama 120 hari, kalau pekerjaan nya seperti ini, apakah selesai dan apakan maksimal pekerjaannya tanpa adanya pengawasan yang jelas dari pihak Kemenag Batanghari.

Senada dikatakan, Kadir, warga setempat, bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan itu sepertinya asal-asalan dan tidak terlihat ketidakseriusan dari pihak rekanan.

Perlu diketahui, bahwa warga di kelurahan setempat meminta kepada semua masyarakat, LSM dan Media memantau pekerjaan ini. Sebab, ini merupakan proyek APBN dan harus dilaksanakan sesuai spek dan jangan asal-asalan.

Sementara itu, Rinto Saputra, Lurah Kelurahan Kembang Paseban belum lama ini juga mengatakan, bahwa pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji KUA itu tidak melalui izin lurah dan semestinya setiap ada pembangunan pihaknya diberitahu.

“Saya tidak tahu pembangunan KUA itu dan jangankan saya, camat pun saya rasa juga tidak mengetahui pembangunan tersebut, dari mana dan anggarannya pun ntah dari mana,” papar Rinto. (PH)

Editor : Heriyanto, SH
Penanggungjawab : Heriyanto, SH

Related posts