BNNK Batang Hari Ajak Media Pers perkuat Kapasitas Insan Media Terkait Ancaman Narkoba di Lingkungan Swasta

BATANGHARI (KULITINTA) – Bertempat di Gedung Ananda tepatnya di dalam Wilayah Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Sejumlah awak Media Online maupun media Digital menghadiri undangan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang Hari dalam rangka kegiatan Workshop penguatan Kapasitas Insan Media untuk mendukung kota tanggap ancaman Narkoba dilingkungan Swasta pada Kamis, (14/03/2021).

Pelaksanaan acara tersebut merupakan rujukan dari Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan menjalankan lnstruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia (RI) Nomor 12 Tahun 2012 tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi Nasional. Dan inpres Nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba (P4GN).

Kepala BNNK Batang Hari, AKBP Zuhairi ST dalam kata sambutannya sekaligus membuka acara Workshop mengatakan, pelaksanaan acara Workshop dilakukan selain daripada bertujuan melaksanakan rujukan Inpers juga bertujuan untuk menjalankan hubungan silahturrahmi antara Jurnalis dan BNNK Batang Hari.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rujukan dari UU Nomor 35 tahun 2009 dan Instruksi Presiden tahun 2012 tentang Workshop penguatan Kapasitas Insan Media untuk mendukung kota tanggap ancaman Narkoba dilingkungan Masyarakat tentang sindikat Narkoba,” kata AKBP Zuhairi ST.

“Dalam hal rujukan tersebut sesuai dari instruksinya, Media Pers adalah salah satu sasaran harapan pihak BNN untuk menjadi suatu Pasilitator kepada Masyarakat dalam hal menyampaikan ataupun mengekspostkan menyangkut bahaya Narkoba kepada seluruh Masyarakat,” sambungnya.

Kepala BNNK Batang Hari itu juga meyampaikan kepada seluruh awak Media yang mengikuti jalannya rangkaian acara Workshop tesebut, kedepannya pihak BNNK akan mengajak Media Pers untuk menjadi rekanan ataupun Mitra BNN agar bisa menjadi akses informasi yang baik terhadap Masyarakat menyangkut bahayanya penyala gunaan Narkotika sekaligus mengembangkan informasi bagi Masyarakat yang terlanjur jauh konsumsi narkoba hingga ingin berencana memperbaiki diri dari bahaya konsumsi Narkoba melalui BNNK.

“Insya Allah kedepan antara BNN dengan Media Pers kita akan selalu berkerjasama dengan baik dalam hal melawan atau memutuskan mata rantai penyala gunaan Narkoba. maka rencana kami BNN Batang Hari insya Allah kedepan akan menggandeng Pers sebagai rekan kerja pada tahun 2022 dan akan selalu mengundang Pers setiap mengadakan kegiatan,” pungkasnya.

“Melalui Media Pers kami juga berharap selain daripada memberikan informasi bahaya Narkoba, kami juga meminta kepada rekan Pers agar bisa menyampaikan kepada saudara, tetangga ataupun keluarganya yang sudah terlalu jauh terjerumus kedalam bahaya konsumsi narkoba, dan berniat ingin perbaiki keadaan, maka kiranya bisa untuk datang langsung ke kantor BNN terdekat agar bisa menjalankan rehabilitas sebelum pihak BNN sempat melakukan penangkapan sebelum ada niat ingin perbaiki diri dari dampak buruk konsumsi Narkoba,” lanjutnya.

Masih kata AKBP Zuhairi ST, dalam pelaksanaan Rehabilitas, bagi yang ingin bertujuan membebaskan diri dari Narkoba bisa mendatangi kantor BNNK Batang Hari secara langsung dan hal tersebut tidak akan dipunguti biaya sama sekali, hanya saja bsersyaratkan bagi warga yang ingin mengajukan Rehabilitas harus datang dengan sendirinya ke kantor BNN dan langsung menyampaikan ataupun mendaftarkan dirinya.

“Demi memutuskan mata rantai penyala gunaan Narkoba, kami dari BNN siap menerima bagi siapa saja yang ingin di rehab di kantor BNN dan pada rehabilitas tersebut BNN juga tidak mengadakan pungutan, hanya saja dengan satu syarat warga yang ingin direhab harus datang sendirian ke kantor BNN, kemudian kami dari BNN akan lakukan Assesement terhadap peserta yang ingin di rehab dan proses tersebut kami pastikan tidak akan ada proses pidananya,” Tegas Kepala BNNK Batanghari.

“Jika memang nantinya warga yang ingin direhab sudah terlalu parah, maka warga tersebut harus siap kita rawat inap dan pastinya sekali lagi kami tegaskan syaratnya harus datang dengan kesadaran sendiri, bukan setelah jadi tersangka penyala gunaan Narkoba yang di tangkap tangan oleh pihak BNN, barulah menyampaikan ingin di rehab, kami pastikan hal itu tidak berlaku,” jelas AKBP Zuhairi Kembali.

Ditempat yang sama, Aprizal selaku koordinator BNNK Batanghari juga memaparkan, pada Provinsi jambi terkhusunya dalam Kabupaten Batang Hari penyalah gunaan Narkoba sudah mulai menurun dari pada hasil surve peningkatan penyala gunaan Narkoba tahun 2017 lalu.

“Perlu diketahui, akibat kerja sama antara BNNK dan selurauh Masyarakat pada tingkat penyala gunaan Narkoba tahun ini Kabupaten Batanghari sudah menurun menjadi peringkat ke 26, dimana sebelumnya pada tahun 2017 kemarin kita berada pada peringkat ke 4 penyala gunaan Narkoba,” tandas Aprizal.

Turut hadir pada acara tersebut yaitu Kepala BNNK Batanghari, Koordinator BNNK, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Barhen sang Motivator, 30 Orang rekan Media Pers dan para undangan lainnya.

Pewarta: Erpan
Penanggung jawab: Heriyanto SH

Related posts

Leave a Comment