Gibran Sebut Insiden Mahasiswa Tewas saat Diklat Bikin Malu

KULITINTA.ID, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut kasus kematian mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo saat mengikuti Diklatsar Resimen Mahasiswa (Menwa) adalah kejadian memalukan.

“Yang jelas saya sangat menyayangkan kejadian seperti itu. Bikin malu,” katanya saat ditemui di Kampus Akademi Bank Darah (Akbara) PMI Solo, Selasa (26/10).

Gibran mengaku sudah berkoordinasi dengan Rektor UNS, Jamal Wiwoho terkait peristiwa tersebut. Ia masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan RSUD dr Moewardi bersama dokter forensik dari RS Bhayangkara Semarang.

Anak dari Presiden Jokowi ini juga mempercayakan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Dia yakin aparat akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Kan sudah diurus sama Polres. Nanti kita tunggu saja hasil otopsinya seperti apa,” katanya.

Gibran juga meminta agar pelatihan-pelatihan agar lebih hati-hati. Terutama kegiatan yang tak lepas dari ketahanan fisik.

“Jangan berlebihan lah. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya.

Sebelumnya, Gibran juga sempat meminta maaf melalui sebuah komentar di akun Instagram @soloinfo yang mengunggah berita dari detik.com soal meninggalnya mahasiswa UNS.

“Saya minta maaf ini salah saya,” demikian tulisnya di kolom komentar.

Saat ditanya mengenai komentar tersebut, Gibran mengatakan dirinya merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Kejadian apapun yang terjadi di Kota Solo itu tanggung jawab saya,” katanya.

Seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Gilang Endi Saputra, meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) di Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Polresta Surakarta saat ini tengah mengusut kasus tersebut dan masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Editor : Heriyanto, SH/Sumber : CNN Indonesia

Related posts