Kontrak Pekerjaan Gedung Puskesmas Mersam TA 2021 Terus Berjalan, Diduga Bangunan Tak Sesuai Spek

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Kontrak pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi Tahun Anggaran (TA) 2021 lalu terus berjalan dan diduga pekerjaan pembangunan gedung tersebut tidak sesuai dengan spek pekerjaan. Dimana pada pekerjaan pembangunan tersebut terlihat dipaksakan dan sampai saat ini pekerjaan tersebut terus dilanjutkan meski sudah memasuki TA 2022.

“Sangat disayangkan pekerjaan pembangunan gedung puskesmas seperti itu, sebenarnya ini sudah merugikan masyarakat kita terhadap pekerjaan yang saat ini belum selesai dikerjakan oleh pihak rekanan,” kata Rinto Saputra, Lurah Kembang Paseban, belum lama ini.

Dia juga mengatakan, sebenarnya kondisi gedung puskesmas yang lama masih dalam kondisi bagus, namun di robohkan oleh pihak terkait dan saat ini dengan keterlambatan pekerjaan dan dengan kondisi pekerjaan tergesah-gesah membuat banyak orang yang dirugikan.

“Siapa sebenarnya yang bertanggungjawab terhadap keterlambatan ini dan banyak lagi yang harus kita maanfaatkan selain meroboh gedung yang dianggap layak dan terjadi pembangunan gedung baru yang seperti ini,” ujarnya.

Warga desa setempat yang enggan namanya disebut mengatakan, diduga yang membekengi pekerjaan itu banyak, termasuk isu yang beredar dilapangan mengatakan, bahwa pembangunan itu dikerjakan oleh salah seorang yang diduga aparat.

“Iya, ceritanya begitu dan untuk pengawasan pekerjaan itu juga melibatkan orang tempatan,” jelasnya.

Untuk diketahui, kondisi pembangunan gedung Puskesmas itu pada  awal mulanya dibuat semacam pondasi dan dengan cara menambah penimbunan, lalu pondasi tersebut dijadikan tapat untuk membuat gedung yang sampai saat ini belum selesai.

“Jika dilihat bangunannya memang tidak sesuai spek dan terlihat dipaksankan oleh pihak rekanan dan terlihat tukang yang menegrjakan pembangunan itu bekerja siang dan malam,” paparnya.

Pantauan dilapangan, terlihat di stiker berlogo Pemkab Batanghari melalui Dinas Kesehatan tertulis Pekerjaan Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam dengan Volume 1 Paket, dengan nomor kontrak 050/38.4/SP/DISKES/2021, tanggal kontrak 30 Juli 2021, Nilai Kontrak 7.855.373.891.35, jangka waktu pelaksana 150 hari kalender kerja, CV pelaksana yakni CV Sahabat Mitra Sejati dan konsultan sufervisi yakni PT. SIDLACOM ENGINEER COUNSULTAN.

Belum lama ini mencuat Isu cacat hukum dalam aturan pada pekerjaan proyek tender tiga Puskesmas di Batanghari, yakni Puskesmas Mersam, Selat dan Bajubang. Bahkan, terkait dengan dugaan pada aturan yang dikangkangi oleh pihak terkait menjadi pembicaraan diberbagai tempat di dalam wilayah perkantoran Pemkab Batanghari.

“Sekarang pekerjaan itu sudah dilaksanakan dan beraninya pihak Dinas dan UKPBJ Batanghari tetap melanjutkan pembangunan,” kata Andri, warga Batanghari, pada waktu itu.

Dia juga mengatakan, meskipun saat ini tidak dianggap bermasalah, akan tetapi kedepan pekerjaan ini akan diungkit kembali. Dimana pihak Dinas dan UKPBJ harus bertanggungjawab, begitu juga dengan pihak rekanan.

“Ini sungguh luar biasa sekali, sebab mereka berani mengangkangi aturan yang berlaku, sementara prosesnya tetap dilaksanakan dan khabarnya ada tekanan dari pihak tertentu jika proyek ini tidak dilaksanakan sekarang, sebab pekerjaan ini menggunakan anggaran DAK atau pusat,” ujarnya.

Belum lama ini juga, sejumlah aktifis telah melakukan unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat Batanghari, yakni pada 15 juli 2021, menuntut lelang tender beberapa paket pekerjaan tersebut dibatalkan karena dinilai cacat demi hukum.

Alhasil sejumlah paket yang sedang dalam proses tender terpaksa dibatalkan atau tender ulang, seperti paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK). Namun ada tiga paket pekerjaan yang dinilai bermasalah namun tetap dilanjutkan.

Seperti apa yang disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Batanghari, Mukhlis, bahwa dirinya sudah meminta ke pihak terkait agar proses tender dihentikan. Namun permintaan itu tak diindahkan.

“Saya lepas tangan kalau nanti terjadi masalah silahkan mereka yang menanggung akibatnya,” ujar Muklis pada waktu itu.

Menurutnya, masalah tender proyek tiga puskesmas itu sama dengan yang terjadi di 13 (tiga belas) paket rehabilitas ruang kelas SD dan SMP di Dinas PdK.

“Tiga belas paket proyek di P dan K ditender ulang, kenapa proses tender pembangunan puskesmas tidak mereka ulang ada apa sebenarnya,” ujarnya.

Bahkan yang lebih parah lagi ada perusahaan yang dapat atau mengerjakan proyek sampai 5 (lima) paket pekerjaan pihak UKPBJ .

“Ketika saya tanya mereka mengatakan tak tau, kan aneh padahal semua kegiatan melalui UKPBJ,” paparnya.

Sementara itu salah seorang aktivis Batanghari mengatakan, pemenang tender dari tiga paket pekerjaan tersebut, penawar pada urutan 8 sebagai urutan terakhir untuk pekerjaan Puskesmas Selat.

Untuk Puskesmas Panerokan pemenang tender pada urutan ke 6 merupakan urutan terakhir. Bahkan ketiga paket pekerjaan tersebut pemenangnya mendekati pagu anggaran seperti Puskemas Selat bantingan harga penawaran hanya +-3% untuk puskesmas panerokan Bantingan +-1% untuk Puskesmas Mersam Bantingan harga +- 1% dari nilai penawaran perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang.

Disamping itu, hingga berita ini disiarkan, pihak Dinas Kesehatan, Rekanan dan Inspektorat dan pihak terkait lainnya belum berhasil untuk dimintai keterangan dengan adanya keterlambatan pekerjaan gedung Puskesmas ini. (Tim)

Editor : Heriyanto, S.H.,C.L.A

 

Related posts