Nah…!!!Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam Tanpa Koordinasi Camat Sampai Lewat Kontrak

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam selama ini tanpa ada koordinasi dengan camat setempat hingga sampai saat ini ketewatan kontrak pekerjaan. Bahkan, pembangunan gedung ini dinilai tidak transparan dan dinilai dipaksakan dalam pekerjaan pembangunan gedung yang nilainya kontraknya mencapai 7.855.373.891.35 dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2021 lalu.

Camat Mersam, Said Saiful Hampa, SH mengatakan, terkait dengan pembangunan gedung puskesmas tersebut selama ini tanpa ada diketahui pihak Pemerintah Kecamatan dan sampai saat ini pekerjaannya belum juga selesai.

“Secara pribadi saya juga merasa kecewa, sebab sebagai camat saya tidak tahu siapa yang mengerjakan gedung puskesmas tersebut,” kata Saiful, ketika dihubungi Via Ponselnya, Senin.

Dia juga mengatakan, dilihat dari keterlambatan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak rekanan, kemungkinan besar itu adalah factor cuaca yang setiap hari hujan. Dan mengenai alasan lain, dirinya tidak tahu.

“Kalo kita lihat pekerjaannya masih dalam proses, kemungkinan hujan ya,” ujarnya.

Lain halnya dengan yang disampaikan oleh Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan(PPTK) Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Ginting, bahwa keterlambatan pekerjaan gedung puskesmas itu dikarenakan pihak rekanan merobohkan gedung puskes lama dan kemudian melakukan penimbunan untuk pondasi gedung yang baru.

“Memang diakui bahwa pekerjaan pembangunan gedung itu terlambat, untuk batas kontrak pekerjaannya sebenarnya sampai dengan tanggal 27 Desember 2021 lalu,” jelasnya.

Dia juga membenarkan, bahwa terhadap pekerjaan gedung puskesmas itu yang lebih bertanggungjawab adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Batanghari yakni H. Syahmirdan.

“Yang lebih berkompeten menjawab pertanyaan pembangunan gedung puskesmas itu adalah PPK dan hari ini saya masih dalam perjalanan tugas diluar kota,” paparnya.

Ketika ditanya terkait dengan proses keterlambatan pekerjaan itu,? Dia mengatakan, bahwa pihak pengawas Inspektorat sudah mewarning terhadap pihak rekanan dan diberi waktu selama 50 hari dari tanggal kontrak.

Kemudian, ketika ditanya kembali terkait dengan kesalahan pada aturan dalam proses tender yang dilaksanakan beberapa waktu lalu pada 3 Puskesmas, yakni Puskesmas Bajubang, Pemayung dan Mersam. Bahkan yang lebih parah lagi ada perusahaan yang dapat atau mengerjakan proyek sampai 5 (lima) paket pekerjaan pihak UKPBJ memenangkan mega proyek ini.

“Ya benar, tapi sebaiknya konfirmasi ke PPK aja pak,” katanya lagi.

Perlu untuk kita ketahui, bahwa salah seorang aktivis Batanghari mengatakan, pemenang tender dari tiga paket pekerjaan tersebut, penawar pada urutan 8 sebagai urutan terakhir untuk pekerjaan Puskesmas Selat.

Untuk Puskesmas Panerokan pemenang tender pada urutan ke 6 merupakan urutan terakhir. Bahkan ketiga paket pekerjaan tersebut pemenangnya mendekati pagu anggaran seperti Puskemas Selat bantingan harga penawaran hanya +-3% untuk puskesmas panerokan Bantingan +-1% untuk Puskesmas Mersam Bantingan harga +- 1% dari nilai penawaran perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang.

Sementara itu, untuk Kontrak pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi Tahun Anggaran (TA) 2021 lalu terus berjalan dan diduga pekerjaan pembangunan gedung tersebut tidak sesuai dengan spek pekerjaan. Dimana pada pekerjaan pembangunan tersebut terlihat dipaksakan dan sampai saat ini pekerjaan tersebut terus dilanjutkan meski sudah memasuki TA 2022.

Disamping itu, sebenarnya kondisi gedung puskesmas yang lama masih dalam kondisi bagus, namun di robohkan oleh pihak terkait dan saat ini dengan keterlambatan pekerjaan dan dengan kondisi pekerjaan tergesah-gesah membuat banyak orang yang dirugikan.

Dari informasi Warga desa setempat yang enggan namanya disebut mengatakan, diduga yang membekengi pekerjaan itu banyak, termasuk isu yang beredar dilapangan mengatakan, bahwa pembangunan itu dikerjakan oleh salah seorang yang diduga aparat.

Dimana, kondisi pembangunan gedung Puskesmas itu pada  awal mulanya dibuat semacam pondasi dan dengan cara menambah penimbunan, lalu pondasi tersebut dijadikan tapat untuk membuat gedung yang sampai saat ini belum selesai.

Pantauan dilapangan, terlihat di stiker berlogo Pemkab Batanghari melalui Dinas Kesehatan tertulis Pekerjaan Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam dengan Volume 1 Paket, dengan nomor kontrak 050/ 38.4/ SP/ DISKES/ 2021, tanggal kontrak 30 Juli 2021, Nilai Kontrak 7.855.373.891.35, jangka waktu pelaksana 150 hari kalender kerja, CV pelaksana yakni CV Sahabat Mitra Sejati dan konsultan sufervisi yakni PT. SIDLACOM ENGINEER COUNSULTAN. (Tim)

Editor : Heriyanto, S.H.,C.L.A

 

 

Related posts