Ilhamuddin : Keterlambatan Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam Rugikan Masyarakat

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Ilhamuddin, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Batanghari, Jambi sangat menyayangkan dengan keterlambatan pembangunan gedung Puskesmas Mersam yang berdampak merugikan masyarakat setempat. Dimana keterlambatan tersebut menambah waktu kontrak, sehingga keterlambatan ini membuat pekerjaan kurang baik atau diduga tidak sesuai spek.

” Saya sangat menyayangkan dengan adanya keterlambatan yang dilakukan oleh pihak rekanan dan ini sangat merugikan masyarakat kita,” kata politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Batanghari dari dapil 4 (Mersam-Marosebo Ulu) ini, lewat Via Ponselnya, Selasa.

Dia juga mengatakan, semua pihak juga sangat menyayangkan dengan keterlambatan pembangunan itu. Bahkan dengan keterlambatan itu pihak rekanan diberikan waktu lagi selama 50 hari setelah kontrak habis.

“Waktu yang diberikan itu sebenarnya tidak begitu lama dan ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang ingin berobat, karena harapan kita dengan adanya gedung puskesmas yang baru dapat manfaat bagi masyarakat kita yang ingin berobat,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya keterlambatan dan masalah pembangunan yang ada di dalam wilayah Kabupaten Batanghari ini membuat pendahulu atau yang memperjuangkan anggaran pusat ini merasa dirugikan. Dimana, untuk kedepan pihak terkait , baik pihak Pemerintah Daerah dan Pusat merasa ektra hati-hati dengan penggunaan anggaran alokasi khusus (DAK), apakah kedepan akan bisa trealisasi atau tidak.

“ Sebenarnya anggaran DAK ini membantu daerah kita dan seperti Puskesmas Bungku yang saat ini masih dalam proses hukum dan ini menjadi beban kita kedepan terkait dengan dana pusat ini,” paparnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Batanghari, Sarmirdan membenarkan, terkait dengan keterlambatan pekerjaan Gedung Puskesmas Mersam tersebut dan pihak PPK sudah memberikan opsi kepada pihak rekanan, yakni putus kontrak dan atau memberikan kesempatan lagi meskipun melewati tahun anggaran.

“Saat ini kita memberikan kesempatan selama 50 hari kerja dari tanggal kontrak pada 27 Desember 2021 lalu dan berdasarkan waktu yang diberikan itu, pihak rekanan juga didenda sebesar Rp78 juta,” jelasnya.

Ketika ditanya, sudah berapa persen pencairan yang dilakukan rekanan dan berapa progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak rekanan ketika dimulainya perpenjangan masa kontrak,? Dia mengatakan, untuk pencairan dana pekerjaan Puskesmas Mersam sudah 80 persen dan untuk Progres pekerjaan sejak habis kontrak sampai dengan dimulainya perpanjangan masa kontrak, dirinya tidak tahu.

“Kalau soal progress pekerjaan kemarin saya tidak tahu, intinya kontrak pekerjaan mereka diperpanjang selama 50 hari kedepan, itu saja” katanya lagi.

Pada pemeberitaan sebelumnya, Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam selama ini juga tidak ada koordinasi dengan camat setempat hingga sampai saat ini atau sampai dengan kelewatan kontrak pekerjaan. Bahkan, pembangunan gedung ini dinilai tidak transparan dan dinilai dipaksakan dalam pekerjaan pembangunan gedung yang nilainya kontraknya mencapai 7.855.373.891.35 dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2021 lalu.

Camat Mersam, Said Saiful Hampa, SH mengatakan, terkait dengan pembangunan gedung puskesmas tersebut selama ini tanpa ada diketahui pihak Pemerintah Kecamatan dan sampai saat ini pekerjaannya belum juga selesai.

Lain halnya dengan yang disampaikan oleh Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Ginting, bahwa keterlambatan pekerjaan gedung puskesmas itu dikarenakan pihak rekanan merobohkan gedung puskesmas lama dan kemudian melakukan penimbunan untuk pondasi gedung yang baru.

“Memang diakui bahwa pekerjaan pembangunan gedung itu terlambat, untuk batas kontrak pekerjaannya sebenarnya sampai dengan tanggal 27 Desember 2021 lalu,” jelasnya.

Kemudian, ketika ditanya kembali terkait dengan kesalahan pada aturan dalam proses tender yang dilaksanakan beberapa waktu lalu pada 3 Puskesmas, yakni Puskesmas Bajubang, Pemayung dan Mersam. Bahkan yang lebih parah lagi ada perusahaan yang dapat atau mengerjakan proyek sampai 5 (lima) paket pekerjaan pihak UKPBJ memenangkan mega proyek ini.

Perlu untuk kita ketahui, bahwa salah seorang aktivis Batanghari mengatakan, pemenang tender dari tiga paket pekerjaan tersebut, penawar pada urutan 8 sebagai urutan terakhir untuk pekerjaan Puskesmas Selat.

Untuk Puskesmas Panerokan pemenang tender pada urutan ke 6 merupakan urutan terakhir. Bahkan ketiga paket pekerjaan tersebut pemenangnya mendekati pagu anggaran seperti Puskemas Selat bantingan harga penawaran hanya +-3% untuk puskesmas panerokan Bantingan +-1% untuk Puskesmas Mersam Bantingan harga +- 1% dari nilai penawaran perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang.

Disamping itu, sebenarnya kondisi gedung puskesmas yang lama masih dalam kondisi bagus, namun di robohkan oleh pihak terkait dan saat ini dengan keterlambatan pekerjaan dan dengan kondisi pekerjaan tergesah-gesah membuat banyak orang yang dirugikan.

Dimana, kondisi pembangunan gedung Puskesmas itu pada  awal mulanya dibuat semacam pondasi dan dengan cara menambah penimbunan, lalu pondasi tersebut dijadikan tapat untuk membuat gedung yang sampai saat ini belum selesai.

Pantauan dilapangan, terlihat di stiker berlogo Pemkab Batanghari melalui Dinas Kesehatan tertulis Pekerjaan Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam dengan Volume 1 Paket, dengan nomor kontrak 050/38.4/SP/DISKES/2021, tanggal kontrak 30 Juli 2021, Nilai Kontrak 7.855.373.891.35, jangka waktu pelaksana 150 hari kalender kerja, CV pelaksana yakni CV Sahabat Mitra Sejati dan konsultan sufervisi yakni PT. SIDLACOM ENGINEER COUNSULTAN. (Tim)

Editor : Heriyanto, S.H.,C.L.A

Related posts