Ade Saputra : Bangunan Pamsimas di Desa Teluk Leban Terkesan Mubazir Dan Dipertanyakan

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Ade Saputra, Kepala Desa Teluk Leban Kecamatan Marosebo Ulu Kabupaten Batanghari, Jambi, sangat menyayangkan terhadap bangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di RT01 desa setempat yang terkesan Mubazir dan dipertanyakan. Bahkan, pembangunan Pamsimas tersebut dibangun oleh pihak Dinas PUPR Batanghari sampai saat ini tidak berfungsi dan dikeluhkan oleh warga desa setempat.

“Saya sebagai Kepala Desa terpilih melihat bangunan ini tidak ada azaz manfaatnya bagi masyarakat saya dan banyak keluhan warga kepada saya bahwa bangunan ini tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” kata Ade Saputra, lewat Via Ponselnya, Rabu.

Dia juga mengatakan, terkait dengan proses pembangunan Pamsimas ini melibatkan dalam pelaksanaannya adalah aparatur pemerintahan desa sebelumnya dan dirinya sangat gerah ketika ditanya oleh masyarakat fungsi dari bangunan Pamsimas ini dan bahan bangunan atau material bangunan saat ini menumpuk di belakang bangunan Pamsimas itu.

“Ya, dalam proses pembangunan Pamsimas ini melibatkan aparat pemerintahan desa, yakni sebagai pelaksana kegiatannya diduga diketuai oleh Hasbi Lia, Samsuri yang jabatannya sebagai Kasus dan Iklila sebagai bendahara dalam pekerjaan pembangunan itu,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, pada saat ini Pamsimas tersebut belum dapat difungsikan oleh warga dan ketika ditanya kepada pelaksana pekerjaan yang merupakan aparatur pemerintahan itu, mereka pada bungkam dan tidak bisa memberi keterangan.

“Sebagai kepala desa yang baru dilantik, persoalan ini menjadi beban saya dan ini harus kita bawa kedalam proses hukum, agar mereka bertanggungjawab dan dapat memberikan keterangan yang sebenarnya kepada masyarakat atas manfaat bangunan itu,” paparnya.

Amir Faizal, Ketua RT1 Desa setempat juga membenarkan, bahwa sampai saat ini air dari bangunan Pamsimas itu belum mengalir dan belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurut dia, pembangunan tempat air di desa setempat ada dua tempat, yang pertama ada di RT12 dan dibangun beberapa tahun lalu, namun tempat bangunan tersebut sama sekali tidak berfungsi dan terkesan Mubazir.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Basir ikut membenarkan, bahwa pembangunan itu terkesan Mubazir dan belum dapat dimanfaat oleh masyarakat. Dimana terhadap proses pembangunan itu banyak kejanggalan yang dibuat oleh pihak pelaksana.

“Saya sebagai BPD juga tidak dilibatkan dan dalam proses pembangunan itu juga tidak memakai papan plang seperti nilai proyek bangun tersebut juga saya tidak tahu,” papar Basir.

Disamping itu, hingga berita ini disiarkan pihak pelaksana belum berhasil untuk dimintai keterangan dan juga pihak Dinas PUPR Batanghari. (Tim)

Editor : Heriyanto, S.H,.C.L.A

Related posts