Bupati Batanghari Perjuangkan Pembangunan BLK Bertaraf Internasional

KULITINTA.ID, BATANGHARI –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari sedang mengupayakan pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) bertaraf Internasional di Kabupaten Batanghari melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI. Pembangunan BLK bertaraf Internasional itu diperkirakan akan berlangsung pada 2023 mendatang.

“Kita sekarang sedang mengusahakan dengan Kementerian Tenaga Kerja untuk membuat BLK Internasional di Kabupaten Batanghari. Doakan ini disetujui dan tahun depan dibangun di Kabupaten Batanghari,” kata Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief saat acara hahal bihalal di Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari baru-baru ini.

Menurutnya, kehadiran balai latihan ini nantinya akan mampu menciptakan dan memajukan generasi muda tangguh Batanghari. Para kaum milenial tentunya akan lebih mudah ditawarkan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Batanghari karena skill-nya sudah terpenuhi atau dalam istilah anak-anak sekarang speknya sudah masuk.

“Ini tidak, kita tawarkan jadi akuntan tapi dia tidak bisa berhitung, bisa rugi perusahaan itu kan. Kita tawarkan jadi montir, dia tak bisa bengkel, akhirnya jadi kuli di perusahaan itu. Kita juga tidak ikhlas punya adik-adik tamat kuliah jadi kuli. Karena ilmu terapan belum ada” ujarnya.

Ketua DPW PPP Jambi ini meyakini anak muda yang dididik dengan gebukan akan lebih kuat ketimbang anak muda yang dididik dengan belaian. Orang yang telah terbiasa digendong dan dibelai cendrung mengalami kegagalan ketika menghadapi masalah.

“Kita ingin adik-adik semua menjadi anak-anak yang tangguh. Sayo sebenarnya sudah lama melamun-melamun, kalau lah kemarin yang tidak memihak kita, tidak siap dengan perubahan, itu masuk akal. Sebab, jargonnya beda,” ucapnya.

“Tapi kalau yang memihak kita, tapi tidak siap dengan perubahan, ini heran juga sayo. Bukan main dia jerit-jerit mengajari orang kita harus berubah, perubahan. Sewaktu sudah jadi bilang macam sebelumnya,” tambah Fadhil.

Ia juga mengutip perkataan Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa manusia baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Semakin tinggi posisi manusia itu, maka dia harus bermanfaat semakin baik.

“Sewaktu orang Terusan memprotes jalan di sana yang belum diperbaiki, sedangkan jalan Sungai Baung diperbaiki duluan. Saya sampaikan yang namanya Bupati harus berpikir kepada Kabupaten Batanghari. Kalau mikirnya satu desa, kepala desa namanya, kalau mikirnya satu RT, Ketua RT namanya. Kalau mikirnya milenial saja, Ketua KOMPI namanya. Nah, saya harus memikirkan semua orang,” kata Ketua Asprov PSSI Jambi itu.

Berdasarkan data kependudukan Kabupaten Batanghari, hampir 60 persen populasi penduduk di daerah ini diisi generasi milenial dan generasi Z. Bupati Fadhil merasa punya tanggung jawab besar untuk mempersiapkan para generasi muda itu agar menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Mudah-mudahan adik-adik menjadi pengungkit dari perubahan generasi yang lebih adaptif dengan teknologi,” tandasnya. (Adv)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts