Nah…!!!Stockpile PT Kasongan Mining Mills di Desa Mersam Akan di Laporkan Ke Polda Jambi

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Stockpile PT Kasongan Mining Mills yang berada tepatnya di Simpang PDI wilayah Desa Mersam Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi akan dilaporkan ke Polda Jambi. Pasalnya, jalan lintas menuju ke stockpile yang berada daerah tersebut sudah menyeroboti dan mengerusaki tanah milik warga dan juga sudah menggunakan jalan milik Pemkab Batanghari, tanpa izin.

Munzir, yang merupakan ahli waris pemilik tanah ini mengatakan, bahwa pada lokasi tanah yang diseroboti dan dirusaki oleh pihak perusahaan ini adalah tanah milik orang tuanya yang bernama Hatta dan sudah memilki Sporadik, seluas 2 Hektar. Dan sebelumnya tanah tersebut sudah bekerjasama dengan pihak PT Bangun Energy Indonesia (BEI) yang beroprasi di bidang batu bara dalam penggunaan jalan lintas perusahaan.

“Pengerusakan dan penyerobotan tanah milik kami ini sangat disayangkan sekali, tanpa ada izin atau pemberitahuan kepada kami sebagai pemilik tanah dan ini akan kami laporkan ke Polda Jambi dalam waktu dekat ini,” katanya.

Dia juga mengatakan, bahwa tanah yang sudah bersporadik tersebut dimiliki oleh dua orang, yakni oleh Ahli Waris Suhaimi Bin Idris, yakni anaknya Heriyanto. Dan hari Senin (18/7) besok, pihaknya akan mengirim surat somasi ke dua kepada pihak perusahaan kasongan dan meminta pertanggungjawabannya kepada pihaknya nanti.

Ditempat terpisah, Heriyanto, akli waris dari Suhaimi membenarkan akan melaporkan pihak PT Kasongan Mining Mills ke Polda Jambi atas penyerobotan dan pengerusakan yang dilakukan perusahaan dalam membuat Stockpile di Simpang PDI.

Berdasarkan fakta dilapangan pihak PT Kasongan Mining  Mills Nomor 38/KEP.KA.BP,D-PPT-4/IUP/IV/2015, bekerjasama dengan KMM Stockpile Site Mersam membuka Stokpile di Simpang PD dalam operasi Tambang Batubara juga menggunakan/melintasi Jalan Milik Pemkab Batanghari, yang mana jalan tersebut merupakan Hibah dari salah satu Perusahaan minyak beberapa tahun lalu.

“Selain lahan milik kami bermasalah sampai dengan jalan milik Pemkab Batanghari dilalui oleh pihak Perusahaan dan ini dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Mersam, yang saya lihat berkerjasama dengan pihak perusahaan,” ujarnya.

Menurut dia, pengerusakan dan penyerobotan terjadi di lokasi jalan mulai dari Simpang depan kanan Toko Sulaiman, yang saat ini ada Papan Plang milik PT Bangun Energy Indonesia melintasi belakang Toko Sulaiman lebih kurang 60 meter sudah disekerap oleh pihak PT Kasongan Mining Mills dengan menggunakan alat berat tanpa sepengetahuan atau izin dari pemilik tanah.

“Sampai hari ini tanah ini ditempati oleh saudara Sulaiman, warga Desa Mersam lebih kurang 10 Tahun lamanya, dengan meminta izin untuk berjualan ditanah tersebut. Termasuk Sulaiman pun akan menjadi terlapor, sebab memberi izin perusahaan menyeroboti dan mengrusaki tanah milik kami itu,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, terkait dengan pengerusakan/penyerobotan yang dilakukan oleh pihak PT Kasongan Mining Mills dengan melakukan pelebaran jalan dimulai  dari Simpang Kanan Toko Sulaiman sampai belakang toko lebih kurang 60 meter.

“Kami menilai bahwa PT Kasongan Mining Mills telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan Pasal 385 KUHPidana, tentang penyerobotan dan Pasal 406 KUHPidana, tentang Perusakan,” paparnya.

Sementara itu, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Pemkab Batanghari melalui pihak Aset Pemkab Batanghari, Bagian Hukum Setda Batanghari dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batanghari, baik itu dalam persoalan Aset Daerah, hukum serta aturan yang berlaku serta izin dari berdirinya Stokpile yang beroparasi di Simpang PDI Mersam,” tandasnya. (*)

Editor : Supan Sopian, S.E

Related posts