Warga Tutup Jalan Menuju Stockpile PT Kasongan Mining Mills di Desa Mersam Batanghari

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Beberapa orang warga yang di ketuai oleh Heriyanto, kembali menutup jalan menuju Stockpile PT Kasongan Mining Mills, tepatnya di Simpang Toko Sulai di seberang Desa Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi. Pasalnya, pelebaran jalan tersebut merusak tanah masyarakat tanpa izin.

“Sebelum kami melaporkan persoalan ini kepihak yang berwajib, kami akan mengambil dokumentasi dengan melakukan penutupan jalan sementara. Dan menurut informasi dilapangan, terhadap pertanggungjawaban pengrusakan tanah masyarakat itu, ada keterlibatan kepala desa (Kades) Mersam, Asuroh,” kata Heriyanto, yang merupakan pemilik tanah dilokasi penutupan jalan, Sabtu (24/7).

Dia mengatakan, menurut informasi dilapangan, bahwa saat ini Kades Mersam masih di luar kota. Dan beberapa kali dikonfirmasi melalui Via Ponsel, Kades selalu tertutup dan tidak memberi jawaban dengan aktivitas di Stockpile yang berdiri di simpang PDI mersam itu.

“Menurut keterangan dari beberapa orang pemain DO di Stockpile tersebut, kades juga diduga terlibat memungut fee sebesar Rp2000 perton dan ini sudah menyalahi aturan dan berarti ada pungli di Stockpile ini,” ujarnya.

Rin, seorang warga mersam juga mengatakan hal yang sama, dan terkait berdirinya Stockpile di simpang PDI itu masih banyak menyimpan permasalahan, seperti pembebasan dan ganti rugi lahan masyarakat yang dibuat untuk jalan angkutan dari tambang menuju Stockpile banyak yang belum selesai.

“Kabarnya masyarakat desa Kembang Tanjung yang merupakan desa tetangga juga akan melakukan aksi dalam waktu dekat ini. Mereka juga akan menuntut hak desa, yang mana jalan perusahaan ini banyak memakai jalan masyarakat desa kembang tanjung,” paparnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Sulai, yang merupakan orang perusahaan mengatakan, bahwa pemilik batu yang berada di Stockpile itu adalah milik Hafis anak H. Fattah, mantan Bupati Batanghari, dijalani oleh Romi, warga mersam.

“Kami disini hanya bekerja dan batu yang berada di Stockpile tersebut adalah milik Hafis,” kata Sulai, yang diamini oleh Toni dan Asnawi, warga Desa Mersam.

Sebelumnya, Munzir mengatakan, bahwa pengerusakan dan penyerobotan tanah ini sangat disayangkan sekali, tanpa ada izin atau pemberitahuan kepada pemilik tanah dan ini akan kami laporkan ke Polda Jambi dalam waktu dekat ini.

Dia juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengirim surat somasi ke dua kepada pihak perusahaan kasongan dan meminta pertanggungjawabannya kepada pihaknya. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban.

Perlu diketahui, berdasarkan fakta dilapangan pihak PT Kasongan Mining Mills Nomor 38/KEP.KA.BP,D-PPT-4/IUP/IV/2015, bekerjasama dengan KMM Stockpile Site Mersam membuka Stokpile di Simpang PDI.

Sementara itu, pengerusakan dan penyerobotan terjadi di lokasi jalan mulai dari Simpang depan kanan Toko Sulaiman, yang saat ini ada Papan Plang milik PT Bangun Energy Indonesia melintasi belakang Toko Sulaiman lebih kurang lebar 1,5 meter dan panjang lebih kurang 60 meter. Dan saat ini sudah disekerap oleh pihak PT Kasongan Mining Mills dengan menggunakan alat berat tanpa sepengetahuan atau izin dari pemilik tanah.

Sampai hari ini tanah ini ditempati oleh saudara Sulaiman, warga Desa Mersam lebih kurang 10 Tahun lamanya, dengan meminta izin untuk berjualan ditanah tersebut. Termasuk Sulaiman pun akan menjadi terlapor, sebab memberi izin perusahaan menyeroboti dan mengrusaki tanah warga ini.

Disamping itu, PT Kasongan Mining Mills telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan Pasal 385 KUHPidana, tentang penyerobotan dan Pasal 406 KUHPidana, tentang Perusakan. (Tim)

Editor : Supan Sopian, S.E

Related posts