Nah…!!! Usai dibangun, Rumdis Pimpinan DPRD Batanghari Sudah Rusak

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Selesai dibangun belum lama ini, rumah dinas (Rumdis) pimpinan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Batanghari sudah mulai rusak. Padahal bangunan rumah tersebut belum ditempati oleh pimpinan DPRD Batanghari. Pantauan di lapangan, melihat dari sisi kerusakan yang ada pada bangunan rumah dinas tersebut, yakni Plafon dan Paving Blok bangunan rusak, ditambah lagi dengan alat material, seperti pecahan batu-bata yang saat ini menumpuk di belakang Pos rumah dinas pimpinan DPRD Batanghari ini. Udin, warga Kecamatan Muarabulian sangat menyayangkan hal ini terjadi, sebab pembangunan rumah dinas pimpinan DPRD ini diduga…

Read More

Begini Penampakan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji KUA Mersam, Yang Diduga Asal Jadi

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Usai pembangunan akhir Tahun 2021 lalu, Begini lah penampakan gedung balai nikah dan manasik haji Kantor Urusan Agama (KUA) yang berlokasi di RT20 Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam. Bahkan dari awal proses pembangunannya pada Tahun 2021 lalu diduga dikerjakan oleh pihak rekanan dengan asal-asalan. “Terlihat gedung ini sudah selesai dikerjakan dan terlihat alat material dan alat bangunan lainnya masih menumpuk di luar gedung tersebut,” kata mantan kepala tukang yang enggan namanya disebut. Dia juga mengatakan, terkait dengan proses pembangunan gedung itu, sudah banyak kepala tukang yang bekerja…

Read More

Nah…!!!Bupati Maluku Di OTT KPK

KULITINTA.ID, JAKARTA – Rabu, 26 Januari 2022. Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan tiga orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011 s.d 2016. Ketiga tersangka tersebut yaitu TSS selaku Bupati Buru Selatan periode 2011 s.d 2016 dan 2016 s.d 2021, serta JRK dan IK selaku pihak swasta. Perkara ini bermula dari Tersangka TSS yang merekomendasikan dan menentukan sepihak rekanan yang dimenangkan untuk mengerjakan proyek pada dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan.…

Read More

Diduga, Pengerjaan Pembangunan Puskesmas Mersam Batanghari main-main

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Kuat dugaan pada pengerjaan pembangunan gedung Puskesmas Mersam Kabupaten Batanghari main-main. Dimana, pada proses pengerjaan pembangunan gedung ini dari awal sampai saat ini, banyak dugaan yang pekerjaan seperti alat material bangunannya banyak kekurangan dan ini diduga tidak sesuai dengan spek bangunan. Hal ini diakui oleh seorang tokoh masyarakat di Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam yang enggan namanya disebut, bahwa dalam istilah persoalan pembangunan gedung puskesmas itu diduga banyak kekurangannya. Lihat saja nanti dan ini hanya sebatas dugaan. “Menurut saya dengan anggaran sebanyak itu, pembangunannya hanya seperti tu,…

Read More

Ilhamuddin : Keterlambatan Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam Rugikan Masyarakat

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Ilhamuddin, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Batanghari, Jambi sangat menyayangkan dengan keterlambatan pembangunan gedung Puskesmas Mersam yang berdampak merugikan masyarakat setempat. Dimana keterlambatan tersebut menambah waktu kontrak, sehingga keterlambatan ini membuat pekerjaan kurang baik atau diduga tidak sesuai spek. ” Saya sangat menyayangkan dengan adanya keterlambatan yang dilakukan oleh pihak rekanan dan ini sangat merugikan masyarakat kita,” kata politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Batanghari dari dapil 4 (Mersam-Marosebo Ulu) ini, lewat Via Ponselnya, Selasa. Dia juga mengatakan, semua pihak juga sangat menyayangkan dengan keterlambatan pembangunan itu.…

Read More

Nah…!!!Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam Tanpa Koordinasi Camat Sampai Lewat Kontrak

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Pembangunan Gedung Puskesmas Mersam selama ini tanpa ada koordinasi dengan camat setempat hingga sampai saat ini ketewatan kontrak pekerjaan. Bahkan, pembangunan gedung ini dinilai tidak transparan dan dinilai dipaksakan dalam pekerjaan pembangunan gedung yang nilainya kontraknya mencapai 7.855.373.891.35 dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2021 lalu. Camat Mersam, Said Saiful Hampa, SH mengatakan, terkait dengan pembangunan gedung puskesmas tersebut selama ini tanpa ada diketahui pihak Pemerintah Kecamatan dan sampai saat ini pekerjaannya belum juga selesai. “Secara pribadi saya juga merasa kecewa, sebab sebagai camat saya tidak…

Read More

Kali Ini KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

KULITINTA.ID, JAKARTA – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Jumat (26/2) malam. “Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi,” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2). Juru bicara berlatar belakang jaksa itu enggan menyampaikan secara spesifik kasus dugaan korupsi yang dilakukan Nurdin. Pun begitu dengan pihak lain yang terjaring dalam operasi senyap tersebut. Sementara sumber CNNIndonesia.com lainnya di KPK membenarkan bahwa gubernur Sulawesi Selatan tertangkap dalam OTT tersebut.…

Read More

Bakeuda Batanghari Tutup Mata Soal BPHTB PT. BSU

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Batanghari tutup mata terkait persoalan Pajak Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) PT. Berkah Sawit Utama (BSU). Dimana, PT. BSU adalah salah satu perusahaan perkebunan terbesar di Provinsi Jambi yang mendapatkan Izin Hak Guna Usaha (HGU) dari pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional. “Pihak kami sudah menemui Kepala Bakeuda, yakni Muhammad Azan, menanyakan terkait tindaklanjut dari pemberitaan di media online kemarin dan ini perlu kita pertanayakan kinerja pihak Pemerintah Kabupaten Batanghari ini, apakah mereka tutup mata…

Read More

Advokasi dan Tata Kelola Antikorupsi agar Daerah Bersih Berintegritas

KULITINTA.ID, JAKARTA – “It takes two to tango”. Idiom yang dipopulerkan sejak tahun 1950-an ini seringkali digunakan untuk menggambarkan bahwa sebuah peristiwa, yang melibatkan peran lebih dari satu pihak atau pelaku untuk dapat terjadi. Frasa di atas ternyata juga dapat mewakili fenomena yang terjadi dalam tindak pidana korupsi. Sebut saja suap misalnya. Jika ada yang menerima suap, bisa dipastikan ada pihak yang memberi. Berkaca pada data tahun 2017 saja, tercatat 93 kasus penyuapan yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari sisi pelaku, pihak swasta tercatat sebagai pelaku tindak pidana korupsi terbanyak…

Read More

97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada

KULITINTA.ID, JAKARTA – Pada momentum Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 97 laporan pengaduan masyarakat terkait penipuan berkedok pegawai KPK. Sejumlah laporan masyarakat diterima sejak Kamis (23/5) hingga Jumat (14/6). Karena itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah meminta masyarakat untuk tetap waspada. Ia mengingatkan, masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak-pihak yang mengaku KPK atau penegak hukum lainnya yang menyampaikan Informasi keliru dan menjanjikan dapat mengurus sebuah perkara dengan imbalan tertentu. “Jangan berikan data atau informasi pribadi anda dan segera klarifikasi dengan cara menghubungi Call Center KPK…

Read More