Pilkades serentak di Desa Malapari Muarabulian, Asnawi menang satu suara

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Pemilihan Kepala Desa (Kades) serentak di Desa Malapari Kecamatan Muarabulian Kabupaten Batanghari, melalui pemilihan secara E-Voting, Asnawi menang satu suara dari 4 calon kades lainnya, yakni Jamari, Hapiz, Azharudin dan Azwardi.

Pada Pilkades Malapari Kecamatan Muarabulian, dengan jumlah pemilih sebanyak 1682 suara. Bahkan untuk hasil perhitungan atau perolehan suara akhir, seperti calon kades Jamari mendapat sebanyak 354 suara, M Hafiz sebanyak 344 suara, Azharudin 58 suara, Asnawi sebanyak 355 suara dan Azwardi sebanyak 41 suara.

” Ya, jadi untuk jumlah hasil perolehan suara keseluruhan sebanyak 1153 suara dari jumlah 3 bilik suara pada pemilihan kades tersebut,, selebihnya ada yang golput dan ada juga yang tidak masuk DPT,” kata Rusdi Sayuti, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS), Senin.

Dia mengatakan, dari hasi perolehan suara ini sudah ditandatagani oleh seluruh saksi dari calon kades dan juga para calon dan hasil suara ini akan di plenokan lagi untuk menghitung hasil dari perhitungan setelah pemilihan.

Sementara itu, Asnawi, calon kades yang menang mengatakan, sujud syukur diucapkan kepada tuhan dan terima kasih kepada masyarakat desa malapari yang sudah mempercayai dirinya untuk memimpin desa untuk lima tahun kedepan.

” Terima kasih kepada masyarakat malapari yang sudah mempercayai saya lagi di desa ini,” kata Asnawi.

Perlu dietahui, pada pikades serentak yag dilaksanakan di Kabupaten Batanghari pada Senin (24/9) dilaksanakan di dua kecamatan yakni Kecamatan Pemayung dan Muarabuian dan sebanyak enam desa yakni Desa Malapari, Kubu Kandang, Kuap, Senaning, Teluk dan Napal Sisik.

Pantauan wartawan kuitinta dilapangan, berdasarkan monitoring pilkades serentak secara E-Voting di Kabupaten Batanghari, Pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di negara ini semakin tidak jelas, berdasarkan monitoring pilkades serentak secara E-Voting di Kabupaten Batanghari, banyak warga yang tidak bisa memilih karena tidak masuk ke DPT, seperti ada NIK tapi tidak sesuai nama lengkap pada E-KTP. (Ist)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts