SPBU di Mersam Batanghari Diduga Masih Cari Keuntungan Sepihak

KULITINTA.ID, BATANGHARI – SPBU 24.366.53 yang berlokasi di Jalan Jambi-Bungo Desa Sungai Puar Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, diduga masih mencari keutungan sepihak dari masyarakat yang ingin menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis Pertalite dan Solar. Sebelumnya, pihak PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Ragion (MOR) II Sumbagsel sudah memberikan sanksi terhadap SPBU tersebut, karena masih melakukan penjualan BBM menggunakan jerigen dan juga tanki modifikasi di SPBU tersebut.

“Kami meminta kepada pihak Pertamina agar segera menutup operasi SPBU ini dan mencabut izin, karena adanya SPBU ini tidak bisa menguntungkan masyarakat setempat dan juga pengguna kendaraan yang melintasi jalan Jambi-Bungo,” kata Herman, warga setempat.

Dia juga mengatakan, terkait pemberitaan di media ini yang di share ke Facebook, banyak komentar positif yang diberikan masyarakat akan aktivitas SPBU ini yang mencari keuntungan oleh pihak pekerjanya disana.

“Selalu kehabisan minyak, baik itu jenis Pertalite maupun Solar dan membuat masyarakat yang mengunakan BBM terancam tidak dapat mengisi bahan bakar kendaraannya,” ujarnya.

Senada dikatakan, Adi Yar, warga Batanghari, bahwa setiap kali melintasi SPBU ini dan ingin mengisi BBM, selalu tidak ada. Dan ini sudah lama terjadi dan membuat masyarakat kecewa, karena sulit untuk mendapatkan BBM di SPBU ini.

Begitu juga yang disampaikan, Reza Pratama lewat komentar di media social Redaksi Kuli Tinta, bahwa setiap kali ingin mengisi BBM di SPBU ini, antrian galon atau jerigen sangat panjang dan ini terjadi pada malam hari.

Perlu diketahui, bahwa pemberitaan sebelumnya, warga Kabupaten Batanghari, Jambi meminta SKK Migas dan Pertamina mencabut izin operasi SPBU ini, karena masih melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pakai jerigen dan tong daripada mengisi BBM kendaraan bermotor, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan setempat dan pengguna kendaraan yang melintas jalan lintas baik itu dari Jambi maupun Muaro Bungo.

“Pihak SPBU ini lebih mengutamakan pengisian jerigen daripada kendaraan bermotor. Jadi minyak atau BBM jenis pertalite habis terus setiap kami ingin mengisi kendaraan kami, termasuk juga BBM jenis solar” kata Man, warga Desa setempat.

Dia juga mengatakan, hal ini sudah berlangsung sejak lama dan bertahun sudah, SPBU ini melakukan hal tersebut. Selain itu, karyawan yang bekerja di SPBU ini diduga tidak memiliki SK tetap dan juga tidak memiliki BPJS ketenagakerjaan.

“Kami sangat kecewa sekali dengan perlakuan SPBU yang beroperasi di desa kami ini. Banyak aturan yang di kangkangi tapi belum juga ada teguran dari pihak manapun dan ini sudah keterlaluan,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, selain BBM jenis pertalite. BBM jenis solar pun tidak bertahan lama, karena ada beberapa perusahaan di wilayah Kabupaten Batanghari diduga menggunakan BBM bersubsidi ini untuk aktivitas perusahaan di Batanghari.

Senada dikatakan, warga setempat yang enggan nanya disebut, bahwa selama SPBU beroperasi di wilayah Desa Sungai Puar ini, banyak sekali dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak SPBU.

“Seperti pengisian jerigen ini sudah sejak lama berlangsung dan kami meminta SKK Migas dan Pertamina Jambi dapat mengkroscek kelapangan dan berikan saksi serta cabut izinnya jika keluhan kami ini benar. Cari informasi di masyarakat setempat, jika mau tau permainan pihak SPBU ini,” jelasnya.

Berdasarkan pemberitaan media online Tribun Jambi, bahwa Unit Manager Communication, Relation dan CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan mengungkapkan, SPBU ini diberi sanksi pebinaan dan pengawasan karena berbuat curang. Adapun sanksi yang diberikan antara lain berupa surat peringatan dan penghentian pasokan BBM solar JBT terhitung mulai tanggal 13 November sampai dengan 10 Desember 2020, pemasangan spanduk SPBU dalam masa pembinaan, membayar selisih harga subsidi dengan non subsidi sebesar 200 liter dan mewajibkan pengusaha SPBU untuk melakukan renovasi fisik SPBU untuk mencapai standar Pertamina.

Sementara itu, hingga berita ini disiarkan, menejer SPBU, Novel belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait dengan pengisian jerigen dan juga tanggungjawabnya kepada karyawan yang bekerja di SPBU tersebut. Ketika dihubungi lewat Whatapps nya , hanya dibaca dan tidak ada jawaban atau bantahan terkait masalah keluhan masyarakat. (Ist)

Editor/PenanggungJawab : Heriyanto, SH

Related posts