Miris…!!! PJS Kades Rambahan Muara Bulian Batanghari Keluarkan Guru DTA Secara Sepihak

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Tuti, salah satu guru yang sehari-hari menganjar selama 12 Tahun atau sejak Tahun 2008 di Diniyah Takminiah Aliah (DTA) Alhidayah di Desa Rambahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi dikeluarkan dari sekolah secara sepihak oleh PJS Kepala Desa (Kades), Atang Priyatna. Hal ini, membuat guru tersebut mendapatkan prilaku yang tidak sewajarnya oleh pihak PJS Kades tersebut.

Tuti mengatakan, bahwa dirinya memang sudah tidak masuk lagi untuk mengajar di DTA sejak Senin (03/03) dikarenakan atas pesan singkat yang di kirimkan oleh Weni Angraini selaku Kepala Pimpinan DTA melalui pesan WA nya.

“Ya bang, saya sudah sejak satu minggu lalu sudah tidak aktif lagi masuk mengajar, menurut kabarnya PJS Kades tidak mau menandatangani SK mengajar saya di madrasah ini,” katanya.

Tuti juga menjelaskan, bahwa perlakuan itu sangat tidak bijaksana, dimana alasan (Pjs) kades tidak mau melanjutkan tuti untuk tetap mengajar di DTA tersebut hanya karena beralasan tuti belum memiliki Kartu Keluarga (KK) yang berdomisili di Desa Rambahan.

“Saat saya tanyakan sama pimpinan DTA kenapa saya tidak dilibatkan, dia mengatakan karena kades tidak mau menandatangi Surat Keterangan (SK) saya lagi sebagai guru DTA karena saya bukan Berdomisili di Desa Rambahan dan KK saya berdomisili di kelurahan Sridadi,” ujarnya.

Saat Media mencoba mengomfirmasi Weni Angraini sebagai pimpinan DTA melalui Via (WA), Weni menjelaskan kalau dirinya hanya selaku pimpinan DTA saja, mengenai tidak di izinkan nya lagi Tuti untuk mengajar di DTA Alhidayah itu semua wewenang nya PJS Kades.

“Saya ini hanya selaku pimpinan DTA saja, masalah Tuti itu semua tergantung Kades nya. Karena semua atas perintah PJS Kades, saya tidak bisa untuk membantah apa yang di perintahkan PJS Kades tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang berbeda saat Media mendatangi Guru DTA yang masih di perintahkan untuk mengajar, salah satu guru tersebut mengatakan kalau perihal Tuti tersebut, sama sekali tidak ada musyawarahr terlebih dahulu, tiba-tiba saja Tuti lansung di hapuskan namanya sebagai guru DTA.

“Kami kurang paham betul bang apa sebab akibatnya ayuk tuti tidak boleh mengajar lagi, Padahal setahu kami ayuk Tuti itu Guru yang aktif dalam mengajar, bahkan dirinya juga sudah beberapa kali mengikuti pelatihan dan mendapati sertifikasi pelatihan guru DTA dan bahkan ayuk Tuti itu juga pernah menjadi pimpinan di DTA Alhidayah,” kata Mina, seorang guru di DTA tersebut.

Kemudian Dia juga melanjutkan kalau Leni seorang Staf Kesrah juga sempat mempertanyakan kepada PJS, kenapa Tuti dihapuskan dari honore DTA, namun dia hanya menjawab itu keputusan Pjs Kades.

“Kemarin Guru di DTA itu ada Lima orang termasuk Ayuk tuti itu bang, namun pas penyerahan Data kepada pihak Kesrah yang di laporkan tinggal 4 orang lagi, lalu ibu leni jadi binggung dan mempertanyakan, kalau semisalnya masalahnya di KK dan Tuti sudah memiliki KK Desa Rambahan, apakah Kades akan melanjutkan Tuti buat tetap mengajar, namun kades hanya katakan kalau masalah itu belum bisa di pastikan,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini disiarkan, Atang Priyatna, Kades Rambahan belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait dengan pemberhentian guru DTA ini. (PH)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts