Terungkap, Masjid Tertua Di Kabupaten Batanghari Ada Di Kecamatan Mersam

KULITINTA. ID, BATANGHARI – Seperti yang di ketahui sebelum nya, dari sekian banyak masjid yang ada di daerah kabupaten Batanghari, provinsi jambi, sempat di katakan oleh salah satu Media bahwa, daftar Masjid tertua yang ada di Kabupaten Batanghari adalah masjid Shuhada yang berada di kecamatan Muaro Sebo Ilir (MSI) atau desa Terusan, namun hal itu dibantahkan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Mersam.

Menurut sumber yang di dapati oleh Media Kulitinta.id bersama seorang youtuber chanel siginjai 99 saat mencari tahu sejarah masjid pertama di kabupaten Batanghari, ternyata terbukti kalau masjid pertama dan tertua yang di bangun di kabupaten Batanghari adalah, Masjid Raya Raudathul Abidin yang berada di Desa Mersam, kecamatan Mersam bukan Masjid Shuhada yang berada di Kecamatan MSI atau desa Terusan.

H. Agel seorang tokoh Masyarakat saat di wawancara’i Ade Ambone sang youtuber mengatakan, kalau masjid yang ada di Desa Mersam adalah Masjid yg pertama kali di dirikan sejak Satu Abad yang lalu.

“Masjid Raya Raudathul Abidin ini jelas dan sah di kategorikan masjid pertama dan tertua di kabupaten Batanghari, karena tidak ada lagi masjid yang lebih duluan di bangun sebelum tahun 1889, sebab awal mula masjid ini ada sejak tahun 1889 yang diberi nama Masjid Raya Mersam, kemudia pada tahun 1957 masjid ini di renovasi pembangunan nya yang pertama kali, terus di tahun 1980 masjid ini kembali di renovasi yang kedua kalinya, hingga pada tahun 1989 renovasi lagi dan terakhir kali di renovasi yaitu pada tahun 2017,” jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan kalau masjid Raya Raudathul Abidin tersebut sudah menjadi tempat persinggahan shalatnya banyak orang-orang hebat di provinsi jambi dan tempat berdakwahnya para tokoh Agama.

“Untuk di ketahui bahwa masjid ini sudah banyak di datangi oleh beberapa tokoh-tokoh masyarakat jambi dan tokoh agama, diantara nya yaitu sempat menjadi tamu di masjid ini pertama Bapak Said Agil Almunawar, seorang Menteri Agama, selanjutnya Drs, Maezuki Usman MA, Menteri Kehutanan dan Pariwisata, H. Aliffudin Al Islami seorang Ulama-Mua’laf, KH, Hasan Yamani Ulama dari Negeri Yaman, KH. Zaharuddin Usman seorang Ulama dari Nias (Sumut), Drs, Abdurahman Sayuti Gubernur Jambi, KH, Abdul Majid Gofar seorang ulama Jambi, KH. Zuhdi seorang ulama Jambi, KH. Muhammaf Mansur Pimpinan pesantren Nurul Jalal Tebo, Semua Bupati yang pernah menjabat di masa itu dan juga beberapa Turis Domestic dan manca Negara di antaranya dari Japan dan Ingris, yang saat itu di ajak Pak Marzuki Usman,” Paparnya.

Dirinya juga menyampaikan kalau masjid Raya Raudathul Abidin tersebut sudah menjadi tempat persinggahan dan tempat shalatnya banyak orang-orang hebat dari provinsi jambi maupun luar provinsi dan tempat berdakwa nya para tokoh Agama.

Kemudian di tahun 2019, H. Agel juga menyebutkan bahwa, Masjid Raya Raudatul Abidin mendapatkan penghargaan dari Buapati Batanghari dalam rangka memperingati sejarah masjid tertua di kabupaten Batanghari.

” Perlu di ketahui juga, bahwa di masa Bupati Syahirsyah, Masjid ini juga mendapatkan Penghargaan memperingati bangunan sejarah Masjid tertua di kabupaten, dan kami mendapatkan bantuan Uang sebesar Rp. 7 juta, lalu kami gunakan uang itu untuk membelikan tirai yang saat ini terpasang di dalam masjid sebagai pembatas syaf laki-laki dan perempuan, ” Tutupnya Jum’at (23/04/21).
(PH)

Editor : Supan Sopian,SE

Related posts