MFA Bupati Batanghari Realisasikan Pemukiman Rumah Warga Orang Kayo Hitam Dengan Tangguh

BATANGHARI, (KULITINTA) – Berpusat di samping pasar ternak Kecamatan Muara Bulian, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, SE (MFA),  melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan rumah khusus relokasi beserta prasarana umum (PSU) padat karya tunai, Selasa (15/09/2021).

program relokasi rumah tersebut menurut pantauan Media Online Kulitinta.id akan dilaksanakan dalam kurun waktu pengerjaan selama 78 hari dengan anggaran sebesar 3 Milyar lebih, dan luas kapling yang di dapat perkepala keluarga seluas 200 meter persegi (M²).

Saat peletakan Batu pertama tersebut, selain dari Bupati Fadhil, juga dihadiri ketua DPRD Anita Yasmin SE, Kajari Batanghari, Kepala Balai Pelaksana penyedia perumahan Sumatera IV, dan Para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati M Fadhil Arief menyampaikan, butuh waktu yang panjang agar proses relokasi di orang kayo hitam ini dapat terealisasi yakni dari tahun 2014 lalu. Rabu (15/09/2021).

” Saya dulu sewaktu masih bertugas ikut juga dalam kegiatan perencanaan relokasi pada tahun 2014 yang lalu,” ujarnya.

Lanjut Bupati, kategori warga yang diprioritaskan terlebih dahulu yakni lokasi rumahnya sangat rentan dan riskan, bahkan ada juga separuh rumah berada di bibir sungai.

” Kita juga mohon keikhlasan kepada masyarakat, untuk tanah yang berada di orang kayo hitam agar dihibahkan ke Pemda karena kedepannya akan dikelola kembali menjadi tempat wisata atau ruang terbuka hijau (RTH),” sambung Fadhil Arief.

Masih kata MFA, di Tahun ini relokasi rumah yang akan di bangun yakni sebanyak 30 unit terlebih dahulu, dan selebihnya akan segera diproses dan di perjuangan lagi pada tahun depan.

” Tolong sampaikan juga kepada kawan – kawan lain yang belum mendapat relokasi untuk tetap bersabar, karena proses relokasi ini tetap akan kita perjuangankan,” terangnya.

” Kalau selesai dibulan november, paling lama sebulan setelah itu sudah bisa kita pindahkan, akan tetapi fasilitasnya kita lengkapi terlebih dahulu,” tutup M Fadhil Arief.

 

Editor;: Erpan

Penanggung jawab: Heriyanto SH

Related posts